Andai Jadi Gubernuwr
- Zhafirin Ramadhana
- Mar 11, 2020
- 3 min read



Data yang terhimpun diatas memaparkan kabupaten-kabupaten yang menurut BPS Provinsi Jawa Timur adalah 10 besar persentase kemiskinan pada penduduk setempat.
Madura: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep

Masalah?
Pariwisata:

Tempat wisata jauh, dan jalan yang digunakan tidak selalu baik. Hanya 2 lajur, sesekali berlubang dan terdapat perempatan tidak bermarka. Beberapa tempat wisata juga kurang optimal seperti akses rumit dan gersang.
Solusinya dengan perbaikan jalan yang dapat di delegasikan kepada pemerintahan daerah tersebut, karena dengan perbaikan jalan, maka urusan lain akan dimudahkan karena kelancaran logistik.
Kurang pahamnya masyarakat umum perihal keanekaragaman pilihan wisata pulau Madura, membuat madura kurang didatangi pariwisatawan. Solusinya dengan pengenalan lebih kepada masyarakat melalui usaha advertising, promosi pariwisata madura.


Dua contoh lokasi wisata disamping setidaknya membutuhkan waktu 4 jam untuk mencapainya (Air Terjun Toroan) dan 6 jam atau lebih dengan penyeberangan (Gili Labak)
Serta, beberapa masyarakat kerap mengakatakan bahwa pulau Madura bukanlah tempat berpariwisata yang aman. Yang memembawa kita kepada poin kedua:



Pendidikan:
Madura memiliki masalah serius pada sektor pendidikan, dimana Madura mencatatkan banyak kasus putus sekolah (19%), yang dimana siswa mengenyam pendidikan hanya sampai SMP. Alasan utama adalah Pernikahan dini, dan ekonomi, dimana banyak anak harus membantu orang tua bekerja. (Tribun Madura, 23 September 2019)
BOS pada sekolah juga sering mengalami mismanagement yang membuat dana BOS kerap tidak digunakan pada tempatnya dan hanya terbuang sia sia pada kegiatan fiktif. Kurangnya dana ini membuat krisis guru terjadi, dimana terdapat kesenjangan jumlah siswa dan guru. Contohnya pada kabupaten Bangkalan ada 6924 guru yang bertanggung jawab akan 123.076 murid, dan separuh dari guru tersebut adalah non-ASN (Aparatur Sipil Negara), sehingga semakin menghabiskan dana BOS yang sudah terbatas. (Kabarmadura.id, 3 Oktober 2019)
Solusi yang ditawarkan adalah perbaikan management yang dimulai dengan CPNS ini, penyaringan guru dan kepala sekolah yang kompeten serta berintegritas tinggi. Hal ini akan berangsur menyelesaikan permasalahan BOS dan krisis guru. Untuk jangka pendeknya dapat menarik guru dari daerah lain dengan memberikan insentif bagi guru yang berkenan untuk pindah mengajar di Madura.

Ekonomi:
Madura merupakan daerah yang mayoritas memiliki tanah yang kering dan gersang, dan banyak tanah di madura dianggurkan atau tidak dimanfaatkan. Kementrian Pertanian menilai bahwa tanah madura cocok untuk ditanami jagung dan memiliki potensi besar untuk pemproduksi hingga 876.652 ton jagung setiap tahunnya.
(Radar Madura, 6 Maret 2019)
Pemerintah juga telah mengadakan reboisasi dengan menanami pohon kayu putih yang selain memberikan keasrian juga dapat dimanfaatkan. Melalui pilot project yang ditanamkan pada 400 hektar tanah madura, 100 hektar untuk setiap kabupaten.
”Jelas kemanfaatannya. Satu tahun tiga bulan daunnya sudah bisa disuling menjadi minyak kayu putih. Masa produktifnya bisa sampai 25 tahun,”
(Yos Sudarso, Anggota Komisi IV DPR RI, November 2018)
“Lahan kering di Madura berpotensi untuk pengembangan kayu putih. Jika terwujud, ini akan menjadi pencapaian luar biasa” (Muh. Syarif, Rektor UTM, November 2018)
Penanaman pohon kayu putih akan menjadi sumber ekonomi juga, sekaligus hutan kayu putih apabila di karyakan dengan baik maka juga dapat dijadikan destinasi wisata.
Probolinggo:

(kabarrakyat.id, 23 September 2019)

(jatimnow.com, 22 Juli 2019)
Probolinggo memiliki masalah sampah dimana keadaannya sudah tidak terkontrol, sampah ada yang ditumpuk pada rawa rawa membuat berkurangnya lahan resapan. Hal ini menyebabkan banyak masalah seperti kebanjiran, penyakit demam berdarah dan malaria, hingga berkurangnya nutrisi pada tanah dan pencemaran lingkungan karena air sampah (lindi) yang terserap.
Solusinya adalah dengan perbaikan pendidikan dari anak, penyuluhan pada RT dan RW tentang pentingnya menjaga lingkungan, mengadakan lomba kampung sehat dan sejenisnya. Intinya adalah untuk mendukung timbulnya semangat hijau pada individu yang akan menghasilkan lingkungan hijau.


Dengan perbaikan lingkungan, maka pariwisata alam yang disuguhkan oleh kabupaten Probolinggo akan lebih menonjol dan menarik wisatawan.
Masalah Tuban:
Meskipun kabupaten Tuban telah memiliki tingkat pengangguran dibawah standar nasional (3.03%), pengangguran tercatat 2.82% pada tahun 2019 dimana pada 2020 ditargetkan turun menjadi 2.53%. (bloktuban.com, 20 Maret 2019)

Pengangguran ini dikarenakan 70% penduduk tuban adalah petani penggarap, sedangkan lahan tani semakin sedikit. Solusinya yang terdekat adalah akan dibangunnya kilang minyak di Tuban. Rencananya, Rosneft Tuban akan menyerap 20 ribu tenaga kerja saat konstruksi dan 2.500 tenaga kerja saat beroperasi. (bisnis.tempo.co, 1 Desember 2019)
Plant tersebut akan menimbulkan ripple effect yang akan menimbulkan berbagai macam usaha untuk menyokong kehidupan tenaga kerja yang telah disebutkan diatas.
Kesehatan:
Tuban mengalami masalah kesehatan, terutama pada ibu dan anak. Permasalahannya adalah stunting dan gizi buruk, serta TBC.
Stunting merupakan kondisi anak yang tidak berkembang sempurna dikarenakan gizi buruk dalam jangka waktu yang lama. Tuban memiliki catatan stunting sekitar 14% atau 10.344 jiwa anak. Solusinya adalah dengan peranan orangtua yang lebih sadar gizi dalam pemilihan makanan, pantauan posyandu saat check up bayi dan balita, serta pelatihan dan penyuluhan dari kelurahan dan kecamatan setempat.




Comments