About Prybady
- Zhafirin Ramadhana
- Mar 11, 2020
- 3 min read
Pria, 22 tahun (saat penulisan), sedang menjalani masa perkuliahan dengan khusyuk selama 5 hari dalam seminggu. Pribadi ini mendalami Teknik Fisika untuk pendidikan sarjananya, (Wah, udah fisika di teknik-in!) dan sedang menyelam dalam ranah instrumentasi untuk bekalnya mengerjakan tugas akhir yang akan dikerjakannya selama satu tahun kedepan.
Mahasiswa satu ini juga merupakan anggota asisten Laboratorium Neo Workshop Instrumentasi, yang terfokus pada aspek instrumentasi pada industri yang fungsinya adalah sebagai pengawas, pengukur, dan mengatur jalannya sebuah proses pada plant. selain kewajibannya sebagai asisten laboratorium, Zhafirin juga memiliki tugas khusus pada bidang ICT dimana sebagian dari tugasnya adalah untuk menjaga dan memelihara komputer pada laboratorium tersebut, serta memastikan kebutuhan software dan hardware untuk kegiatan sehari- hari terpenuhi serta nyaman untuk digunakan.

Foto ini merupakan salah satu potongan dari sewaktu pelaksanaan Kerja Praktek atau Praktek Kerja Lapangan yang merupakan istilah perusahan di lokasi. Selama durasi kerja praktek disana, banyak sekali ilmu yang didapatkan, terutama ilmu terapan yang digunakan selama waktu dinas. Ilmu tersebut seakan akan merupakan jilid dua dan tiga dari apa yang telah didapatkan pada bangku perkuliahan. Dimana jilid dua adalah praktek ilmu teoritis dan jilid tiga adalah manajemen dari ilmu yang didapatkan pada jilid satu dan dua. Karena Zhafirin merupakan mahasiswa Teknik Fisika, maka selama dinas, penempatannya tidak pernah jauh dari kontrol yang mengatur jalannya pembakaran dan sistem pembuangan bahan bakar. Kecuali pada awal penempatan, dimana mahasiswa PKL akan diperkenalkan fungsi dan bagian bagian operasional. Foto diatas adalah ketika mahasiswa sedang dijadwalkan untuk melihat kondisi boiler pada PLTU yang terletak puluhan meter diatas permukaan laut.

Zhafirin juga memiliki beberapa hobi yang berbau otomotif, karena sedari kecil, dunia otomotif selalu berputar disekelilingnya, dari sosok Ayah yang merupakan mantan pembalap kejuaraan nasional, sempat berkecimpung dengan bengkel, sekaligus menjadi konsultan modifikasi, hingga kini menjadi anggota Ikatan Motor Indonesia Jawa Timur. Hobi itu dalam bentuk modifikasi motor kesayangannya, bernama Ratte. (Bahasa Jerman yang artinya Tikus)

Motor ini telah menjadi miliknya sejak SMA, Zhafirin mendapatkannya secara cuma cuma, diberikan oleh sahabat karib ayahnya. Motor ini memiliki hidup yang keras sebelum akhirnya berhenti di sebuah gudang penyimpanan, digunakan sehari hari sebagai motor tugas keliling seorang sales. Saat bertemu pertama kali, Ratte memiliki jok yang sudah robek, lampu dan cermin yang pecah, berdebu dan usang. Orang lain mungkin melihatnya sebagai motor lelah yang sudah tidak berguna, tetapi saat itu Ratte membuat Zhafirin berkata "iya mau om, maturnuwun. Tak bawanya ke Surabaya." Dan semenjak hari itu, Zhafirin di usianya yang tepat 17 tahun, memiliki motor pertamanya.
Singkatnya, Aliran yang dianut untuk modifikasi Ratte adalah seputar kombinasi Bratstyle atau Japstyle yang digabungkan dengan konsep bobber Amerika. Namun karena motor ini tidak dikerjakan oleh tenaga professional, (dikerjakan sendiri dengan gerinda dan mesin las) hasilnya tidak seindah isi majalah modifikasi motor.
Mobil Kakaknya juga "dikaryakan" oleh Zhafirin, Daihatsu Ceria tahun 2004 ini sudah jauh dari kata standar. Mobil ini pernah digunakan untuk percobaan balapan dan memenangkan beberapa trofi yang ditunggangi dan dikembangkan oleh Ayahnya. Kemudian setelah tidak digunakan untuk balapan lagi, mobil yang dibeli bekas dari seorang (lagi lagi) sales ini digunakan Kakak untuk berkegiatan sehari hari, untuk sekolah, gaul, saat itu les bimbel. Suatu hari dengan usil, dipasanglah springs HKS pada suspensi belakang yang kemudian membuat mobil ini menjadi ceper. Kemudian, karena perubahan ini tidak cocok dengan komponen aslinya, suspensinya harus diganti dengan milik Suzuki Carry yang merupakan truk pasir dan angkot.

Lampiran berikut adalah Keluarga kecil Zhafirin yang alhamdulillah masih lengkap akan seorang Ayah, Ibu, Kakak, dan pribadi sendiri.





Comments